First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Advertisements

Bagaimana Cara Pemijahan Ikan Komet?

Pemijahan ikan komet bertujuan untuk mengawinkan ikan jantan dan ikan betina. Perlu diketahui, tidak sembarang ikan komet mampu dipijahkan. Ikan harus memenuhi syarat umur dan kematangan organ reproduksi. Salah satu cirinya yaitu ikan tampak saling berkejar-kejaran.

Pemijahan ikan komet bertujuan untuk mengawinkan ikan jantan dan ikan betina Bagaimana Cara Pemijahan Ikan Komet?

Ikan komet dikenal sebagai ikan hias air tawar yang cukup populer di Indonesia. Ikan ini bukanlah ikan musiman, terbukti dari banyaknya para penghobi ikan komet di negeri ini. Tubuhnya yang berwarna-warni dengan gerak-gerik lincah merupakan daya tarik utama dari ikan ini. Ikan komet juga mampu dipelihara baik di akuarium maupun kolam.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Bagaimanakah prosedur pemijahan ikan komet dilakukan? Berikut ini langkah-langkahnya.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 1. Persiapan Media Pemijahan

Media yang dipakai untuk memijahkan ikan komet yaitu akuarium berukuran 60 x 40 x 40 cm. Akuarium tersebut harus dicuci dengan air terlebih dahulu, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Akuarium lantas diisi dengan air yang telah didiamkan selama 24 jam hingga ketinggian 30 cm. Lalu instal pompa aerasi ke dalam akuarium untuk menghasilkan oksigen.

Ikan komet tidak memelihara telur-telurnya, melainkan menempelkan telur tersebut ke semacam substrat. Anda mampu menggunakan eceng gondok yang telah disucihamakan memakai larutan Methylin blue dengan dosis 100 ppm selama 5-10 menit. Penambahan substrat berupa eceng gondok ke dalam akuarium ini cukup beberapa saja semoga tidak mengganggu pertumbuhan telur si ikan komet.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 2. Pemilihan Ikan Indukan

Perbandingan ikan jantan dan ikan betina yang akan dipijahkan di dalam satu akuarium yaitu 1:2. Ikan jantan ditandai dari adanya bintik lingkaran di sirip dada yang terasa kasar, sedangkan pada ikan betina terasa halus. Ikan komet jantan yang siap dikawinkan akan keluar cairan putih dikala perutnya diurut, sementara ikan betina akan mengeluarkan cairan kuning bening.

Ikan komet yang siap dipijahkan juga mampu dilihat dari tingkah lakunya. Ikan tampak lebih bernafsu dan saling berkejaran satu sama lain. Setelah didapatkan ikan indukan yang tepat, segera masukkan ikan-ikan tersebut ke akuarium pemijahan.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 3. Proses Pemijahan

Ikan-ikan komet indukan dimasukkan ke akuarium pemijahan pada sore hari. Kemudian proses pemijahan ikan komet secara alami akan berlangsung waktu malam hari hingga dini hari. Umumnya telur-telur akan terlihat menempel pada eceng gondok dikala pagi harinya.

Ikan komet tidak merawat telur-telurnya. Makara indukan yang telah selesai melaksanakan pemijahan sebaiknya segera dipindahkan dari akuarium. Hal ini bertujuan semoga ikan tersebut tidak memakan telur.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 4. Penetasan Telur

Selama proses penetasan telur berlangsung, suhu dan kondisi di akuarium wajib terus dipantau. Telur ikan komet biasanya akan menetas dalam tempo 2-3 hari. Larva ikan yang menetas memiliki kantong cadangan makanan berupa kuning telur (york salc) sehingga tidak perlu diberikan pakan dulu kurang lebih selama 3 hari.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 5. Pemeliharaan Larva

Larva ikan komet yang berusia lebih dari 7 hari berukuran sebesar jarum dan kondisinya cukup lemah. Tetapi larva tersebut sudah mulai berguru untuk menerima makanan dari sumber luar tubuhnya. Dengan demikian akuarium perlu diisi dengan pakan secukupnya berupa dedak.

Selama proses perawatan larva ikan berlangsung, disarankan pula untuk menyediakan bak pendederan. Kolam ini dikeringkan selama 3-5 hari, lalu ditaburi pupuk sangkar ayam dan diisi air setinggi 30 cm. Keesokan harinya, masukkan bibit kutu air ke bak lalu biarkan tumbuh selama 5 hari. Terakhir, larva ikan komet siap dirilis dari akuarium pemijahan ke bak pendederan.

Catat! Klasifikasi dan Morfologi Ikan Kakap Merah

Apakah pembagian terstruktur mengenai dan morfologi ikan kakap merah? Ikan kakap merah (Lutjanus campechanus) ialah ikan air asin yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ini merupakan ikan khas Kepulauan Riau dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat untuk keperluan konsumsi. Habitat yang ideal bagi pertumbuhan ikan kakap merah berupa lingkungan perairan dengan kondisi dasar yang berbatu dan ditumbuhi terumbu karang.

Apakah pembagian terstruktur mengenai dan morfologi ikan kakap merah Catat! Klasifikasi dan Morfologi Ikan Kakap Merah

Ikan kakap merah mempunyai tubuh yang lebar dan memanjang. Kepalanya berbentuk gepeng agak cembung serta sirip punggung yang beruas. Pada bab bawah penutup insangnya terdapat semacam gerigi yang kasar. Ikan ini memiliki gigi-gigi yang tersusun di dalam rahang dengan gigi taring yang berada di rahang atas bab terluar.

Ikan kakap merah termasuk binatang karnivora. Ikan ini memangsa ikan-ikan kecil dan invertebrata yang hidup di dasar laut. Ukuran tubuh kakap merah mampu mencapai panjang hingga 45-50 cm.

Dinamakan ikan kakap merah alasannya ialah ikan kakap ini memiliki sisik berwarna kemerah-merahan. Sedangkan di bab tengah tubuhnya berkelir putih kemerahan. Lalu pada bab punggung di atas garis rusuk juga terdapat garis kuning kemerahan.

Tempat tinggal ikan kakap merah terletak di perairan asin yang beriklim tropis dan subtropis. Ikan ini umumnya hidup di lingkungan yang berkarang hingga pasang surut di muara. Beberapa spesies kakap bahkan cenderung lebih menyukai berada di perairan tawar.

Dalam hidupnya, ikan kakap merah selalu membentuk gerombolan yang cukup besar. Ikan remaja biasanya tinggal di dasar perairan yang dalam lebih dari 40-50 meter. Di perairan ini, lingkungannya mempunyai sedikit karang, salinitas 30-33 ppt, dan suhu 5-32 °C.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Berikut ini pembagian terstruktur mengenai ilmiah dari ikan kakap merah antara lain :

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Lutjanidae
Genus : Lutjanus
Spesies : Lutjanus campechanus

Rahasia! Cara Membuat Pelet Ikan Sendiri

Pakan buatan yang biasanya diberikan kepada ikan-ikan budidaya dikenal sebagai pelet. Seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga pelet ikan khususnya untuk produk yang impor semakin mahal. Tak ayal, hal ini mendorong para peternak ikan untuk berpikir sedemikian rupa demi menekan ongkos produksi. Salah satunya yaitu membuat pelet ikan sendiri.

Pakan buatan yang biasanya diberikan kepada ikan Rahasia! Cara Membuat Pelet Ikan Sendiri

Pada dasarnya, proses pembuatan pelet dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan tertentu menjadi satu. Kandungan nutrisi pada pelet tersebut harus diperhatikan untuk memastikannya dapat mencukupi kebutuhan ikan peliharaan. Berikut ini panduan praktis yang mampu Anda coba.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Alat dan Bahan :

  • Dedak
  • Keong sawah
  • Konsentrat
  • Vitamin
  • Ragi tempe
  • Ikan asin
  • Daun pepaya
  • Panci pengukus
  • Mesin pencetak pelet
  • Kantong plastik
  • Baskom

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Langkah-langkah :

  1. Masukkan dedak, belahan keong sawah, konsentrat, dan vitamin ke dalam baskom. Kemudian aduk supaya bahan-bahan tersebut tercampur rata.
  2. Tambahkan ragi tempe sebanyak 3 sendok makan ke dalam bejana lalu aduk kembali hingga merata. Jumlah ragi yang digunakan perlu diadaptasi dengan jumlah bahan-bahan utama yang dipakai.
  3. Tutup bejana tersebut dengan selembar kain supaya proses fermentasinya mampu berlangsung dengan baik. Umumnya tahap ini membutuhkan waktu sekitar 24 jam.
  4. Keesokan harinya, masukkan belahan ikan asin dan daun pepaya ke dalam adukan. Jangan lupa untuk mengaduknya sekali lagi biar bahan-bahan ini tercampur rata.
  5. Supaya aroma pakan lebih keluar, adonan tersebut dikukus selama 10-15 menit. Pelet yang dikukus dahulu terbukti lebih disukai oleh ikan.
  6. Diamkan adonan sebentar supaya suhunya kembali normal. Setelah itu, adonan mampu dicetak berbentuk pelet menggunakan mesin khusus.
  7. Pelet-pelet yang sudah dicetak tepat ini kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Penjemuran biasanya berlangsung selama 2-3 hari.
  8. Pelet yang sudah jadi mampu dikemas di dalam kantong plastik sehingga lebih awet. Disarankan pula untuk menyimpannya di ruangan yang memiliki suhu normal.

Anda bebas berkreasi dalam memilih bahan-bahan apa saja yang akan dipakai untuk membuat pelet. Contohnya cacing tanah, telur ayam, tepung kanji, dan tepung terigu. Yang terpenting yakni pelet yang dihasilkan nantinya dapat mendukung pertumbuhan ikan peliharaan. Selain untuk digunakan sendiri, Anda juga dapat menjualnya ke orang lain. Selamat mencoba.

Cara Memelihara Ikan Patin Supaya Cepat Besar

Kebanyakan orang memelihara ikan patin untuk keperluan konsumsi. Daging ikan patin banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia terbukti dengan munculnya banyak sekali resep masakan yang berbahan dasar ikan ini. Budidaya ikan patin akan semakin menguntungkan apabila ikan yang dipelihara semakin cepat bertambah besar. Lantas bagaimana sih caranya?

Kebanyakan orang memelihara ikan patin untuk keperluan konsumsi Cara Memelihara Ikan Patin Supaya Cepat Besar

Ikan patin dapat dikenali dengan melihat postur tubuhnya yang memanjang dan berwarna perak dengan garis kebiru-biruan di bab punggung. Ukuran kepala ikan ini lebih kecil daripada badannya serta lisan terletak di ujung kepala sebelah bawah. Sama ibarat ikan di familili Pangasidae lainnya, ikan patin mempunyai kumis pendek sebanyak dua buah yang berada di sudut mulutnya dan berfungsi sebagai indera peraba.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Terdapat banyak faktor yang dapat mensugesti tingkat pertumbuhan ikan patin. Berikut ini di antaranya :

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 1. Tingkat Kepadatan Ikan

Untuk keperluan pemeliharaan ikan patin selama 6 bulan, tingkat kepadatan yang ideal yakni 20-30 ekor/m3. Artinya pada kolam yang berukuran 1 x 1 x 1 m mampu diisi dengan ikan patin sebanyak 20-30 ekor. Kolam ikan yang terlalu padat menimbulkan perebutan pakan yang terlalu tinggi. Sedangkan bila kolam tersebut berisi ikan yang sedikit maka proses berlangsungnya budidaya menjadi tidak efektif lagi.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 2. Penyesuaian Jumlah Pakan

Seiring bertambahnya umur ikan patin yang dipelihara, ikan tersebut semakin tumbuh besar. Kebutuhannya akan pelet ikan pun lebih meningkat daripada sebelumnya. Untuk ikan berbobot kurang dari 200 gram, pertolongan pakan dihitung 3-5 persen dari bobot ikan tersebut dan diberikan sebanyak dua kali sehari. Sedangkan ikan yang memiliki bobot lebih dari 200 gram, pertolongan pakannya cukup sebanyak 1,5-2 persen dari berat ikan itu yang dilakukan sehari sekali. Dengan menerapkan metode pertolongan pakan ibarat ini, terbukti ikan-ikan patin yang dipelihara mampu menyerap nutrisi pada pakan secara optimal.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 3. Pencegahan Terhadap Penyakit

Pertumbuhan ikan patin yang terserang penyakit menjadi terhambat. Karenanya Anda perlu melaksanakan pencegahan sedini mungkin. Usahakan air kolam tersebut diganti secara teratur, di mana kolam yang berisi ikan berbobot kurang dari 200 gram harus diganti setiap 2-3 minggu, sementara kolam yang berisi ikan berbobot lebih dari 200 gram wajib diganti setiap 7-10 hari sekali. Proses penggantian dilakukan dengan mengurangi setengah volume air di kolam kemudian menambahkannya lagi dengan air yang gres sampai kolam terisi penuh.

Itulah tadi ketiga tips dasar biar ikan patin yang Anda budidayakan lekas bertambah besar. Pada prinsipnya, ikan peliharaan bakal tumbuh lebih cepat jikalau ia selalu dalam kondisi sehat, merasa nyaman di lingkungannya, dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Jadi, selamat menerapkannya kepada ikan-ikan patin peliharaan Anda.

Syarat-syarat yang Ideal Kolam Ikan Nila

Satu dari sekian banyak ikan air tawar yang ramai dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia ialah ikan nila. Hal ini tidak terlepas dari usul dari pasar domestik dan internasional akan ikan nila yang tergolong tinggi. Banyak orang yang suka mengonsumsi ikan nila lantaran dagingnya yang gurih dan tebal, serta mengandung gizi yang tinggi.

Ikan nila mempunyai badan lingkaran memanjang dan pipih ke samping yang berwarna putih kehitaman. Habitat ikan ini berasal dari sungai nil, Afrika. Namun alasannya ialah kegiatan perdagangan membuatnya menyebar ke hampir seluruh wilayah di dunia.

Ikan nila secara resmi masuk ke Indonesia dibawa oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Kemudian bibit ikan hasil penelitian tersebut disebarkan ke seluruh pelosok negeri untuk keperluan budidaya ikan nila. Tidak heran, ketika ini kita bisa dengan mudah menemukan ikan nila sedang diperjualbelikan secara bebas di setiap pasar.

Satu dari sekian banyak ikan air tawar yang ramai dibudidayakan oleh masyarakat di Indones Syarat-syarat yang Ideal Kolam Ikan Nila

Ada tiga spesies ikan nila yang sering dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Di antaranya yaitu ikan nila biasa yang berwarna putih kehitaman, ikan nila merah yang berwarna putih kemerahan, dan ikan nila albino yang berwarna putih. Selain untuk keperluan konsumsi, beberapa orang juga mengaku tertarik memeliharanya untuk menyalurkan hobi terhadap ikan hias.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Di dalam budidaya ikan nila, bak pemeliharaan merupakan penentu utama keberhasilan usaha. Berikut ini syarat-syarat bak ikan nila yang ideal :

  1. Jenis tanah yang paling baik untuk dibuat bak berupa tanah liat/lempung dan tidak porous sehingga bisa menampung air dengan baik.
  2. Kemiringan tanah yang dianjurkan untuk pembuatan bak sekitar 3-5 persen guna memperlancar sistem pengairan kolam.
  3. Ikan nila sebaiknya dipelihara di tempat yang terletak di ketinggian antara 10-500 meter dpl.
  4. Air yang dipakai harus bersih, tidak tercemar, dan tidak begitu keruh.
  5. Debit air untuk bak pemeliharaan berkisar 8-15 liter/detik/hektar.
  6. Tingkat keasaman (pH) air yang optimal ialah 7-8 derajat.
  7. Kadar garam di dalam air yang dapat ditolerir yaitu 0-35 per mil.

Proses pembudidayaan ikan nila dilakukan dengan memeliharanya di beberapa bak yang meliputi bak pemijahan, bak pendederan, dan bak pembesaran. Sedangkan untuk model kolam, bisa menggunakan bak tanah, bak terpal, bak sawah, dan bak apung. Berikut ini penjelasan dari masing-masing bak tersebut.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 1. Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan berfungsi untuk tempat pemeliharaan induk ikan nila hingga siap dipijahkan. Kolam yang digunakan sebaiknya ialah bak tanah. Ukuran luasnya yaitu 50-100 m2 dengan tingkat kepadatan 2 ikan/m2. Persyaratan yang harus dipenuhi dari bak pemijahan antara lain temperaturnya 20-22 °C dan kedalaman air 40-60 cm. Disarankan untuk menaburkan pasir sebagai dasar dari bak pemeliharaan induk ini.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 2. Kolam Pendederan

Kolam pendederan digunakan untuk memelihara benih ikan nila. Ukurannya berkisar antara 50-100 m2 dengan tingkat kepadatan 5-10 ikan/m2. Kedalaman air pada bak tersebut ialah 30-50 cm. Benih ikan nila dirawat di bak pendederan selama 3-4 ahad hingga ukuran ikan per ekor mencapai 3-5 cm.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 3. Kolam Pembesaran

Kolam pembesaran ialah bak yang dipakai untuk membesarkan benih ikan nila hingga layak dipanen. Pada tahap ini, jumlah bak yang digunakan tidak hanya satu, melainkan beberapa bak yang ditujukan untuk pemeliharaan ikan di usia tertentu. Adapun kolam-kolam yang dimaksud di antaranya :

  1. Kolam Pembesaran Tahap I berfungsi sebagai tempat pemeliharaan benih ikan sesudah dari bak pendederan. Jumlah bak yang dipakai dipakai sebanyak 2-4 buah yang memiliki luas 250-500 m2. Hindari penggunaan bak semen alasannya ialah benih ikan masih dalam kondisi rentan dan membutuhkan bak yang cukup luas. Pemeliharan ikan di tahap Ini dilakukan hingga benih ikan berbentuk gelondongan kecil. Ikan yang sudah mencapai ukuran tersebut bisa dipindahkan ke bak tahap II atau dijual ke petani ikan nila sebagai benih unggulan.
  2. Kolam Pembesaran Tahap II digunakan untuk membesarkan ikan nilai hingga ukurannya mencapai gelondongan sedang. Paling baik, bak yang dipakai berupa bak tanah atau bak sawah. Anda juga bisa menggunakan keramba apung yang dibungkus oleh mata jaring berukuran 1,25 x 1,25 cm. Tingkat kepadatan ikan nila yang ideal di bak ini yaitu 10 ekor/m2.
  3. Kolam Pembesaran Tahap III berfungsi untuk bak pembesaran ikan nila hingga siap dipanen. Kolam yang digunakan ialah bak tanah berukuran 500-2.000 m2. Ikan nila dipelihara hingga ukurannya sesuai dengan usul pasar.

Cara Membuat Keramba Jaring Apung

Bagaimana cara membuat keramba jaring apung? Salah satu inspirasi sistem budidaya ikan yang efektif dan efisien yaitu dengan menerapkan keramba jaring apung. Pada dasarnya, sistem ini memanfaatkan jaring yang diapungkan di air sebagai keramba pemeliharaan ikan. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan untuk membuat kolam menjadi lebih hemat dan perawatannya pun lebih mudah alasannya tidak diharapkan lagi kontrol terhadap air.

Biasanya pembuatan keramba jaring apung dilakukan sekaligus empat kolam dengan sebuah rumah jaga. Setiap kolam berukuran 5 x 5 m, 6 x 6 m, atau 7 x 7 m sesuai dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Masing-masing kolam keramba tersebut berfungsi sebagai kawasan pemijahan, pendederan, dan pemeliharaan.

Bagaimana cara membuat keramba jaring apung Cara Membuat Keramba Jaring Apung

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Di bawah ini panduan membuat keramba jaring apung dari selengkapnya :

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 1. Membuat Kerangka Berpelampung

Mulailah dengan merancang denah bagaimana spesifikasi keramba ini akan dibuat. Setelah itu, pasang kerangka keramba sesuai dari rancangan tersebut. Pelampung dari styrofoam, drum, atau tong plastik disusun sedemikian rupa dengan membaginya dua sama lebar. Umumnya, sebuah keramba ditopang oleh pelampung sebanyak 37 buah dengan jarak antarpelampung yaitu 1,7 m. Setiap pelampung ini diikat menggunakan karet timba yang dipasang di rangka keramba.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 2. Memasang Bambu Gembong

Proses pemasangan bambu gembong sebagai pijakan dilakukan setelah rangka dan pelampung pelepah dipasang. Bambu gembong ini diletakkan di dalam air dengan ukuran panjang sesuai rangka keramba. Kemudian antarbambu tersebut ditopang memakai kaso yang dipaku ke tubuh gembong. Sedangkan untuk memperkuat posisi tubuh kolam tergambang gembong disarankan untuk mengikat celah antarpelampung menggunakan karet ban.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 3. Pembuatan Geladak

Tahap selanjutnya yaitu pembuatan geladak yang dikerjakan seusai pemasangan kaso pada rangka keramba. Proses ini dilakukan dengan meletakkan geladak pada lubang paku yang sudah dibikin sebelumnya. Setelah geladak tersebut berhasil ditancapkan, bambu dipotong sesuai ukuran rangka keramba pada geladak, kemudian dihubungkan lagi ke kaso. Biasanya geladak yang dibutuhkan untuk keramba jaring apung terdiri atas 6-10 batang bambu yang berukuran sama.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 4. Pemasangan Jangkar untuk Kolam

Kini saatnya memasang jangkar yang berfungsi untuk mempertahankan posisi keramba nantinya. Biasanya jangkar yang dipakai berupa watu kali yang dibungkus ke dalam karung dan dihubungkan oleh tali rafia. Setiap kolam keramba memerlukan watu seberat 200-250 kg. Batu jangkar ini diletakkan sejauh 50 m dari posisi keramba jaring apung. Sehingga panjang tali rafia yang dibutuhkan mempunyai ukuran 50 m ditambah dengan ukuran kedalaman air.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 5. Pemasangan Jaring Utama

Setiap unit kolam keramba memiliki ukuran rangka 15 x 15 m dengan kolam berukuran 7 x 7 m. Pemasangan jaring dilakukan dengan mengikatkan setiap ujung jaring ini dengan pengait yang ada di bab dalam rangka keramba. Agar bentuk keramba berkembang maksimal, setiap ujung dan tengah jaring dipasangi pemberat yang berbobot 3 kg. Sehingga di dalam setiap jaring utama memerlukan pemberat sebanyak 8 buah.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 6. Pemasangan Jaring Kolor

Jaring kolor dipasang di luar rangka keramba dengan mengikatkannya ke bab terluar rangka sehingga posisi jaring ini berada di bawah empat jaring utama. Jaring kolor berfungsi sebagai jaring lapis kedua yang juga dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan yang mau memakan pakan sisa menyerupai ikan nila dan ikan lele. Untuk mempertahankan bentuk jaring kolor, jaring ini dipasangi 16 pemberat berbobot 5 kg, di mana 12 pemberat diletakkan di luar rangka kolor dan 4 pemberat ditaruh di sisi dalam setiap pembatas antarkolam.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 7. Pemilihan Mata Jaring

Ukuran mata jaring yang dipasang di masing-masing keramba jaring apung diadaptasi dengan ukuran ikan yang bakal dipelihara di dalamnya. Sebagai teladan kolam penderan berisi ikan berbobot 5-10 gram memakai mata jaring 0,75 inci. Sementara untuk kolam pemeliharaan berisi ikan yang mempunyai berat 10-300 gram menggunakan mata jaring 1 inci. Begitu pula dengan jaring kolor umumnya dipasangi dengan jaring yang ukuran matanya sekitar 1,25 inci.

2 Umpan Jitu Mancing Ikan Bawal Air Tawar

Apa ya umpan jitu untuk mancing ikan bawal di kolam air tawar? Ikan bawal yaitu ikan air tawar yang biasa dibudidayakan untuk keperluan konsumsi. Daging ikan ini dikenal memiliki citarasa yang lezat dan mengandung gizi yang tinggi. Paling enak, ikan bawal diolah dengan cara dibakar serta dilumuri bumbu yang manis.

Apa ya umpan jitu untuk mancing ikan bawal di kolam air tawar 2 Umpan Jitu Mancing Ikan Bawal Air Tawar

Di kalangan para pemancing, ikan bawal dikenal memiliki sifat yang lincah. Ikan ini tidak pernah membisu dan selalu aktif bergerak semaunya. Ditambah ikan bawal juga mempunyai gigi rahang yang cukup tajam yang siap memutuskan tali pancing Anda. Oleh alasannya itu, acara memancing ikan bawal dapat menyebabkan keasyikan tersendiri.

Untungnya, ikan bawal merupakan binatang omnivora. Ini berarti ikan bawal doyan memakan banyak sekali macam materi makanan mulai dari buah, sayur, roti, jangkrik, hingga daging. Tentu saja hal tersebut semakin memudahkan kita dalam memancing ikan bawal di kolam air tawar ataupun keramba jaring apung.

Tahukah Anda, umpan yang paling disukai ikan bawal dan sering dipakai oleh para pemancing yaitu cacing, udang, jangkrik, serta usus dan hati ayam. Beberapa penghobi juga mengaku lebih gampang memancing ikan ini apabila menggunakan umpan berupa ikan-ikan kecil. Bagi Anda yang tidak mau repot, cobalah membeli umpan pancing berbentuk pelet yang banyak dijual di toko perikanan.

Rahasia lain dari memancing ikan bawal yakni memakai umpan khusus yang diracik sendiri. Sehingga umpan tersebut dapat mengeluarkan aroma yang besar lengan berkuasa untuk menarik perhatian si ikan bawal. Kami mempunyai dua resep sederhana membuat umpan mancing untuk ikan bawal yang jitu. Berikut panduan selengkapnya!

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Resep Pertama

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Bahan-bahan :

  • 1 butir telur belibis
  • 3 sdm tepung ikan
  • 2 sdm tepung terigu
  • 2 sdm susu debu
  • 3 sdm tepung udang
  • 2 sdm ebi
  • air secukupnya

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Langkah-langkah :

  1. Masukkan isi telur belibis ke dalam mangkuk lalu kocok hingga berbuih.
  2. Tambahkan tepung ikan, tepung terigu, susu bubuk, dan tepung udang ke dalam mangkuk sedikit demi sedikit sambil adonan tetap terus dikocok.
  3. Jika adonan terasa kaku, Anda mampu sedikit melunakkannya dengan menuangkan air secukupnya. Hati-hati jangan hingga adonan terlalu encer.
  4. Uleni adonan tersebut hingga bahan-bahannya tercampur merata dan teksturnya menjadi kalis.
  5. Kukus adonan umpan pancing ini selama 15-20 menit biar aromanya lebih tajam.
  6. Setelah matang, adonan ini pun siap dibawa pergi memancing sebagai pakan ikan bawal.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Resep Kedua

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Bahan-bahan :

  • 3 sdm tepung terigu
  • 4 sdm tepung udang
  • 5 sdm susu debu
  • 1 sdt ekstrak pisang
  • air secukupnya

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Langkah-langkah :

  1. Masukkan semua materi di atas ke dalam mangkuk lalu tambahkan air secukupnya.
  2. Aduk adonan tersebut hingga kalis dan benar-benar tercampur rata.
  3. Kukus adonan selama 10-15 menit hingga matang.
  4. Umpan pun siap digunakan untuk memancing ikan bawal.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Selamat mencoba!

5 Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Gurame

Bagaimana cara mempercepat pertumbuhan ikan gurame? Tingkat pertumbuhan ikan gurame tergolong cukup lambat. Walaupun begitu, ikan ini masih sangat menarik hati untuk dibudidayakan karena harga jualnya yang mahal. Hal ini berkat rasa dan tekstur ikan gurame yang teramat lezat sehingga disukai oleh banyak orang.

Bagaimana cara mempercepat pertumbuhan ikan gurame 5 Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Gurame

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Apa sajakah upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuh ikan gurame? Berikut ini kiat-kiatnya!

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 1. Gunakan Benih yang Efisien

Kunci pertama untuk mengefisiensikan budidaya ikan gurame yaitu menggunakan benih yang efisien. Sebagai contoh, apabila Anda berniat memanen ikan gurame ketika memiliki bobot rata-rata 500 gram maka peliharalah benih yang berukuran 100 gram atau sudah berumur setahun. Dengan begini acara produksi pun mampu berlangsung lebih efisien. Ambil juga benih yang dikembangkan di sekitar kawasan Anda supaya proses adaptasinya kian cepat. Perhitungan kasarnya yakni jikalau populasi bak 10-15 ekor/m2, maka perlu waktu 6-7 bulan untuk menerima ikan gurame seberat 500 gram.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 2. Berikan Pakan yang Tepat

Ikan gurame yakni binatang omnivora atau pemakan daging dan tumbuhan. Di habitat aslinya, ikan ini kerap memangsa ikan-ikan kecil dan tumbuhan air. Kaprikornus pakan yang efektif untuk budidaya ikan gurame berupa pelet yang terbuat dari campuran daging dan tanaman. Agar pertumbuhannya lebih cepat, ikan gurame sebaiknya diberi umpan yang memiliki kandungan protein tinggi dengan jumlah 3 persen dari berat total. Sedangkan untuk pakan tambahannya berupa daun singkong, daun talas, daun selada, serta daun kangkung.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 3. Penyediaan Kolam yang Lebih Dalam

Karakteristik ikan gurame cenderung menyukai habitat perairan yang dalam. Sebab ikan ini paling senang melaksanakan pergerakan ke arah vertikal alias naik turun. Kaprikornus semoga ikan yang Anda pelihara mampu berkembang dengan baik, usahakan bak perawatannya memiliki kedalaman yang cukup dalam. Selain itu, bak dengan spesifikasi menyerupai ini juga umumnya mengandung kadar oksigen terlarut yang tinggi.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 4. Pelihara dengan Sistem Monokultur

Ikan gurame juga mempunyai perilaku yang relatif melamban. Itu sebabnya, disarankan membudidayakan ini ini dengan sistem monokultur. Jangan mencampurkan ikan gurame dengan ikan lainnya karena mampu dipastikan ikan ini akan kalah dalam perebutan pakan.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya 5. Pakai Pakan Ikan yang Terapung

Karena pergerakannya yang lambat tadi, direkomendasikan pula untuk memakai pakan ikan yang berjenis terapung. Sama menyerupai ikan lainnya, ikan gurame kurang begitu menyukai pakan yang sudah karam di dasar. Pakan terapung memungkinkan waktu mengapung pakan lebih lama sehingga ikan gurame masih doyan memakannya kendati gerak-geriknya lambat. Disarankan juga untuk menunjukkan pakan sedikit demi sedikit dengan frekuensi yang sering.

Cara Merawat Ikan Cupang Hias dengan Baik

Pada dasarnya tidak terlalu sulit dalam merawat ikan cupang hias dengan baik. Anda hanya perlu teliti dan tekun dalam memeliharanya setiap hari. Ikan cupang harus diberikan pakan secara teratur, air di akuariumnya pun perlu diganti, serta memastikan ikan-ikan peliharaan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Makara memelihara ikan cupang harus dilakukan hingga total meliputi perawatan terhadap ikan, pakan, dan habitatnya.

Pada dasarnya tidak terlalu sulit dalam merawat ikan cupang hias dengan baik Cara Merawat Ikan Cupang Hias dengan Baik

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Pakan

Pakan yang paling baik untuk ikan cupang yaitu pakan alami berupa kutu air. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari setiap pagi dan sore dengan dosis yang secukupnya. Pemberian pakan yang berlebihan justru tidak bagus sebab dapat mencemari kondisi air akhir banyaknya pakan yang mengendap dan membusuk.

Setiap kali menunjukkan pakan, Anda harus menakarnya terlebih dahulu dengan saran yang dianjurkan. Agar lebih praktis, Anda mampu memanfaatkan botol air mineral yang diberi selang sebagai media penyimpanan pakan. Kutu air dimasukkan ke dalam botol, kemudian untuk memberikannya kepada ikan cupang, Anda tinggal menyemprotkannya saja.

Selain kutu air, pakan yang bagus untuk ikan cupang ialah jentik nyamuk. Pakan ini mampu diberikan mulai dari ikan berusia 1,5 bulan. Sebelum disajikan, jentik nyamuk yang diperoleh dari selokan sebaiknya diseleksi dulu dengan memasukkannya ke dalam air es. Ambil jentik nyamuk yang karam di air es lalu pindahkan ke dalam air yang telah ditetesi PK berdosis 1/2 tetes untuk 15 liter air. Berikutnya basuh sekali lagi jentik nyamuk tersebut sebelum menghidangkannya ke ikan cupang peliharaan Anda.

Boleh-boleh saja menunjukkan pakan berupa cacing rambut, cacing darah, dan cacing sutra ke ikan cupang. Hanya saja, pakan-pakan ini seringkali malah membuat ikan mengalami kembung. Makara kalau terpaksa menunjukkan pakan berbentuk cacing-cacingan, pastikan Anda mencucinya terlebih dahulu hingga bersih.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Air

Air ialah habitat ikan cupang sehingga kondisi air sangat menentukan kesehatan ikan cupang kesayangan Anda. Sebaiknya penggantian air dilakukan setiap hari atau paling tidak tiga hari sekali dengan hanya mengganti separuh dari total volume akuarium. Sedangkan penggantian keseluruhan air dikerjakan setiap seminggu sekali.

Biasanya air yang sering diganti secara teratur dapat mempercepat pertumbuhan ikan cupang tersebut. Pengantian air dikerjakan dengan menyedotnya menggunakan selang. Jangan lupa untuk membersihkan botol akuariumnya hingga tuntas dan menjemurnya di bawah sinar matahari untuk mematikan kuman-kumannya. Sebulan sekali rendam botol akuarium tersebut ke dalam bejana berisi larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam kemudian dijemur hingga kering.

Keterlambatan dalam mengganti air di akuarium mampu memicu timbulnya penyakit akhir sisa pakan dan kotoran yang mengendap. Penyakit-penyakit yang harus diwaspadai antara lain berak putih, white spot, busung, dan velvet. Pembahasan lebih lanjut mengenai penyakit di atas akan kami ulas secara lengkap di artikel berikutnya.

Serba Serbi Tentang Ikan dan tekniknya Adaptasi

Tidak hanya perawatannya saja, ikan cupang hias juga perlu diadaptasikan sedemikian rupa semoga mentalnya tetap tangguh saat bertemu dengan ikan-ikan yang lain. Proses pembiasaan ini dilakukan dengan meletakkan ikan-ikan cupang unggulan di daerah yang terpisah sesuai jenisnya. Usahakan masing-masing ikan ini memiliki warna dan ukuran yang seragam satu sama lain. Di awal proses pembiasaan ini biasanya tidak sedikit ikan cupang yang eksklusif merasa down saat melihat ikan lain yang berukuran lebih besar darinya.

Ikan cupang yang sudah berhasil melewati proses pembiasaan dan siap mengikuti kontes sebaiknya ditaruh di rak yang terpisah. Lakukan kontrol terhadap pakan supaya energinya stabil. Misalnya Anda mampu menunjukkan ikan tersebut umpan berupa 1-2 kroto dan 5-7 jentik nyamuk setiap hari. Jangan sesekali menunjukkan pakan berupa cacing untuk mencegah ikan mengalami kegemukan. Satu jam setelah menunjukkan pakan, sekat di akuarium dibuka untuk membuatnya bergerak lincah. Jemur ikan di pagi dan sore hari selama 1,5 jam semoga semakin garang.